amerika serikat

Luluk Hadiyanto Hengkang ke Amerika

Pebulutangkis nasional ganda putra asal Jawa Tengah, Luluk Hadiyanto, yang tidak masuk daftar atlet yang dipanggil masuk Pelatnas tahun 2009, akhirnya hengkang ke Amerika Serikat.

Bocah AS tembak mati ibu

Seorang bocah usia 12 tahun di Amerika Serikat dinyatakan bersalah membunuh ibunya terkait sengketa urusan tugas rumah tangga.

Rudal AS mendarat di Pakistan

Sedikitnya tiga orang lagi terbunuh dalam serangan rudal terbaru yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat di Pakistan utara.

Australia terima tahanan

Australia mengatakan akan mempertimbangkan permintaan Amerika Serikat untuk menerima tahanan dari Teluk Guantanamo.

Michelle Obama Sebut Suaminya Tak Membuatnya Bergetar

Michelle Obama yang akan menjadi ibu negara Amerika Serikat pada 20 Januari mengungkapkan kesan pertamanya saat bertemu dengan suaminya yang dinilainya seorang pria yang tak bisa membuatnya bergetar.

Produsen Indonesia Protes Perpanjangan BMAD Kertas di Malaysia

Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) memprotes langkah pemerintah Malaysia yang telah memutuskan memperpanjang penerapan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) atas kertas koran yang diimpor dari Indonesia, Korea Selatan, Philipina, Kanada, dan Amerika Serikat.

PKS Bekasi Siapkan 7.500 Kader untuk Demo Kedubes AS

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bekasi menyiapkan sekurang-kurangnya 7.500 kader untuk melakukan aksi demonstrasi pada hari Jumat (2/1) di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Jakarta.

AS Dikabarkan Mau Berunding dengan Taliban

Amerika Serikat dan pemerintah Afghanistan mungkin akan mengadakan pembicaraan dengan Taliban moderat, kata Dubes AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Zalmay Khalilzad.

Taliban Tewaskan Dua Mata-mata AS

Pejuang Taliban menewaskan dua orang Afgan di sabuk suku bergolak Pakistan, menuduh mereka mata-mata tentara Amerika Serikat, yang bergerak di seberang perbatasan, kata pejabat pada Minggu.

Taliban : AS Kalah Meski Akan Tambah Pasukan

Taliban pada Minggu mengecam rencana Amerika Serikat yang akan menambah 30.000 tentara di Afganistan. Taliban memperingatkan pasukan sekutu pimpinan AS akan kalah seperti Rusia yang menduduki negara itu pada tahun 1980-an.

Syndicate content